Belajar menjadi anfa'uhum linnaas

Senin, 09 Januari 2012

belajar tafsir

surat ali Imron 1-4

الم (1) اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ (2) نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ (3) مِنْ قَبْلُ هُدًى لِلنَّاسِ وَأَنْزَلَ الْفُرْقَانَ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ (4)

 
1. Alif laam miim. 2. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. 3. Dia menurunkan Al kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, 4. sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan[182]. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai Balasan (siksa).
Sababun nuzul :
Sekelompok ahlul kitab (Nasrani)  dari Najran datang kepada Rosulullohe ketika beliau melakukan sholat ashar, dan -entah apa tujuannya- mereka kemudian melakukan sholat dengan menghadap ke arah timur. Rasulpun bersabda kepada para sahabat; "biarkan saja mereka !". setelah mereka salam Rosululloh e berkata kpd mereka : "masuklah kedalam agama Islam!". Mereka menjawab: "kami sudah lebih dulu masuk Islam sebelum kalian"
Rosululloh e : "kalian telah berbohong, kalian tidak bisa masuk agama Islam karena pengakuan kalian bahwa Alloh mempunyai seorang anak, penyembahan kalian kepada salib, dan kalian mengkonsumsi babi."
Ahlul kitab: Jika Isa bukan anak Alloh lalu siapa ayahnya?. Mereka membrondong Rosulloh e dengan argument 2 mereka tentang Isa sang anak Tuhan.
Rosululloh e : "apakah kalian setuju bahwa seorang anak pasti mempunyai kesamaan dengan bapaknya?"
Ahlul kitab: ya memang demikian
Rasululloh e : tidak kah kalian yakin bahwa Alloh it terus menerus mengurusi makhlukNya, menjaganya dan memberinya rizki?
Ahlul kitab : " ya….. kami yakin itu."
Rosululloh e : apakah Isa juga seperti itu?
Ahlul kitab: tidak
Rosululloh e: tidakkah kalian yakin bahwa bagi Alloh Y tidak ada sesuatupun yang samar bagiNya, baik yang berada di langit maupun di bumi, semuanya berada dalam pengawasan Alloh.
Ahlul kitab: Ya … benar
Rosululloh e: Apakah Isa seperti itu?
Ahlul kitab: tidak
Rosululloh e: sesungguhnya Tuhan kami, Alloh U  telah membentuk rupa Isa ketika ia masih berada di dalam rahim sesuai dengan yang Alloh Y kehendaki. [sedangkan Tuhan kami tidak mempunyai rupa dan tidak pula ada yg menyamaiNya]. Tuhan kami tidak makan dan tidak minum.
Ahlul kitab: Ya …. Benar
Rosululloh e: tidak kah kalian mengerti bahwa Isa telah dikandung oleh Ibunya sebagaimana wanita lain yang mengandung anaknya, ia juga melahirkan seperti halnya wanita lain melahirkan. Kemudian Isa diberikan makan seperti juga bayi 2 yang lain kemudian ia makan, minum, berbicara (semuanya sama dengan manusia lain)
Rosululloh e: ya benar
Rosululloh e: lalu bagaimana ini bisa menjadi seperti yang kalian sangka??
Ahlul kitab : DIAM SERIBU BAHASA.
Pada saat 2 demikian inilah Alloh Y berkenan menurunkan awal surat Ali Imron hingga kurang lebih delapan puluh ayat. Yang didalamnya dibicarakan hal2 seperti yang telah dijabarkan oleh Rasululoh e dalam perdebatan di atas. (al-Baghowi 2/5 maktabah syamila, bil ikhtishor).
Kosa kata:
الم : hanya Alloh U yang mengetahui apa yang Ia kehendaki
Tafsir seperti ini adalah tafsir yang mengikuti pendapat mayoritas mufassirin. As-syi'bi sebagaimana dikutip oleh al-Baghowiy menjelaskan: "alif laam miim dan semua huruf eja di awal 2 surat adalah golongan ayat mutasyabih, yakni ayat yang hanya Alloh Y saja yang mengetahui maksudnya. Ayat- ayat ini merupakan sirri (rahasia dengan sejuta hikmah) dari al-Qur'an. Faedah mendatangkan ayat-ayat semacam ini adalah "tholabul iman", artinya; kita hanya dituntut untuk mengimaninya; bahwa ayat itu adalah bagian dari firman Alloh, sedangkan maksudnya kita serahkan kepada Alloh. (al-Baghowi 1/95)
الله : isim alam atau nama bagi dzat yang wajib wujudnya, Tuhan yang haq yang tidak berhak disembah selain Dia (aysarut tafasir al-Jazairi 1/282, syamila)
لآ اله الا هو :
La        : linafyil jinsi menghilangkan semua untuk menetapkan yang satu.
Ilah      : al-ma'bud bihaqqin "sesuatu yang berhak disembah"
LA ILAAHA: meniadakan sifat sebagai ilah dari segala sesuatu, tidak satupun di dunia ini yang berhak dan pantas untuk disembah. Dan segala persembahan dan penghambaan hilang dari segala sesuatu.
ILLA HUWA     : kecuali Dia. Hanya Dia ah ILAH, Dia ah sebenar-benarnya sesembahan, hanya Dia ah yang patut dan berhak disembah.
Ibn jarir atThobari dalam tafsir nya menjelaskan: "dalam surat ini Alloh memulai dengan menafikan semua bentuk ketuhanan dan semua bentuk penghambaan terhadap segala sesuatu dan Ia menetapkkan sifat uluhiyah (ketuhanan) hanya kepada Dia" . "sifat uluhiyah (sifat sbg Tuhan/sesembahan) hanya pantas dimiliki oleh Alloh karena Dia lah satu-satunya pemilik sifat rububiyyah (= sifat sebagai pencipta, pengatur, perawat seluruh alam). Apapun dan siapapun (termasuk Nabi Isa) adalah ciptaan Alloh yang dirawat serta di atur keberadaanya oleh Alloh dan harus tunduk pada ketentuan-ketentuan Alloh. Dengan demikian, tidaklah pantas mengalamatkan ibadah atau penghambaan kepada selain Dia, karena selain Dia adalah ciptaanNya". (Thobari 6/148, syamila)